Jumat, 13 Mei 2011

Hanya...

Hei wanita yang saat pertama ku lihat kurasakan rasa yang biasa saja, tapi dengan seiringya waktu rasa itu tumbuh entah berasal darimana, mungkin dari langit ataupun angin membawa rasa itu dalam tiupan yang menyegarkan, sering diriku mencuri pandang dalam keramain orang2 di sekitar, entah kamu sadar atau tidak dirimu telah menjadi bagian pikiran dalam otakku.

Hei wanita ku tau dirimu masih memendam masa lalu, memendam asa tentang keindahan kenanganmu yang mungkin sudah menjadi bagian organ tubuhmu yang mengalir bersama darahmu di setip lekuk tubuhmu, tapi apa kamu tau di dekatmu ada seorang pria yang memerhatikanmu,,,

Banyak hal yang ku tak tahu tentang dirimu, banyak hal yang tak pernah ke dapatkan tentangmu, mungkin ku bukan seorang pujangga atau seorang masterpierce yang pandai menciptakan puisi atau nada-nada indah, tapi yang jelas ku punya hati, hati suci dan tulus padamu.

Rabu, 27 April 2011

Kehidupan Bagaikan Naik Motor

kehidupan itu bagaikan naik motor, pertama kita harus tatap ke depan agar tidak jatuh saat di perjalanan seperti dlama kehidupan kita harus menatap kedepan agar kita tahu apa yang akan kita lakukan, dan kita pun harus sesekali liat kaca spion agar kita tahu apa yang terjadi di belakang seperti kita mereview kehidupan, dan saat motor kita melaju di waktu kita akan berbelok jangan lupa untuk ngasih lampu sen agar orang di belakang bisa tahu kemana kita akan berbelok begitu juga di kehidupan agar orang orang di sekeliling kita tahu jalan yang benar apa yang salah yang kita ambil terus macet kita harus bisa lebih disiplin seperti dalam kehidupan saat kita tersendat oleh suatu cobaan kita harus lebih disiplin untuk mencari jalan keluarnya dan saat cuaca mulai gelap jangan lupa kita hidupkan lampu seperti saat kita mulai masuk dalam kegelapan kita ingat dengan cahaya tuhan, dan saat kita bocor ban kita harus bersabar seperti saat kita mendpatkan cobaan di kehidupan, dan jangan lupa untuk mengerem saat kita melampaui batas kecepatan seperti kita harus bisa menghentikan saat kita melampaui batas kewajaran dalam kehidupan

Sabtu, 09 April 2011

Cinta dan Perkawinan


Cinta dan Perkawinan

Bachty Halomoan S (15509377)
Fadil Wahyu Adhitama (15509192)
Fryanto (15509865)
Hasni Yulianti (13509664)
Riefa Amanda Putri (10509254)
Kelas : 2PA03
Fakultas/Jurusan : Psikologi/S1 – Psikologi
Universitas : Gunadarma

Definisi Cinta
Cinta, satu kata yang memiliki ribuan makna. Manusia memiliki ketertarikan sendiri dalam merasakan, menggambarkan dan memaknai arti kata ini. Banyak ilmuwan tertarik dan berupaya membahas secara mendalam akan makna yang terkandung dibalik kata cinta dari berbagai aspek kajian keilmuwan, social, kesehatan, ilmu agama bahkan ilmu alam. Begitu pula dengan para psikolog dan ilmuwan psikologi. Mereka melakukan berbagai penelitian, membentuk konsep-konsep untuk menjelaskan akan arti cinta dari sudut pandang psikologis. Diantara banyaknya jumlah ilmuwan psikologi yang membahas mengenai cinta, penulis mencoba mengambil beberapa definisi untuk menjelaskan definisi cinta.
Ashley Montagu, seorang Psikolog Amerika memandang cinta sebagai sebuah perasaan memperhatikan, menyayangi, dan menyukai yang mendalam. Biasanya, rasa cinta disertai dengan rasa rindu dan hasrat terhadap objek yang dicintai.
Elain dan William Walsten lebih menekankan suatu keterlibatan individu yang mendalam saat mendefinisikan cinta. Keterlibatan diasosiasikan dengan timbulnya rangsangan fisiologis yang kuat dan diiringi dengan perasaan mendambakan pasangan dan keinginan untuk memuaskannya.
Menurut Robert Sternberg, cinta adalah sebuah kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. (Tambunan, 2001) menurutnya, kisah tersebut telah ada pada manusia dan proses pembentukkannya terbentuk melalui pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini pula yang akan membentuk bagaimana seseorang bersikap dan bertindak dalam suatu pola hubungan.
Scott Peck yang sepanjang karirnya dalam psikologi berusaha menghasilkan karya dan menjelajahi definisi cinta dan kejahatan menggambarkan cinta sebagai kombinasi dari “perhatian akan perkembangan spiritual orang lain“ serta narcisisme biasa. Berbeda dengan psikolog dan ilmuwan psikologi lainnya, Erich Fromm menekankan cinta sebenarnya pada cinta yang dewasa.Cinta yang dewasa adalah penyatuan didalam kondisi tetap memelihara integritas seseorang, individualitas seseorang. Cinta adalah kekuatan aktif dalam diri manusia, kekuatan yang meruntuhkan tembok yang memisahkan manusia dari sesamanya, yang menyatukan dirinya dengan yang lain ; cinta membuat dirinya mengatasi perasaan isolasi dan keterpisahan, namun tetap memungkinkan dirinya menjadi dirinya sendiri, mempertahankan integritasnya.
Teori Cinta
Dari banyaknya definisi mengenai cinta yang diungkapkan para ilmuwan, penulis tertarik dengan ide-ide yang diungkapkan oleh Erich Fromm dan Robert Sternberg. Keduanya mencoba menjelaskan cinta dari sudut pandang masing-masing. Fromm memulai pembahasan mengenai cinta dengan terlebih dahulu membahas mengenai manusia dan eksistensinya. Sementara itu, setelah mendefinisikan cinta sebagai suatu kisah, Sternberg mencoba menjelaskan suatu teori yang disebut segitiga cinta.
Fromm memandang manusia sebagai makhluk yang sadar akan dirinya, mempunyai kesadaran tentang dirinya, sesama, masa lalu, kemungkinan masa depannya dan kesadaran akan eksistensinya sebagai sesuatu yang terpisah. Sadar akan keterpisahan ini merupakan faktor utama munculnya kegelisahan, kecemasan dan dapat menjadi pintu gerbang menuju gangguan kejiwaan. Karenanya, dalam buku The Art Of Loving, Fromm menjelaskan bahwa kebutuhan manusia yang paling dalam adalah kebutuhan untuk mengatasi keterpisahannya dan meninggalkan penjara kesendiriannya. Kegagalan untuk mengatasi keterpisahan ini yang akan menyebabkan gangguan kejiwaan.
Banyak cara dilakukan untuk mengatasi keterpisahan pada tiap individu. Fromm mengungkapkan idenya mengenai cinta sebagai jawaban dari masalah eksistensi manusia. Dalam cinta, terdapat jawaban utuh yang terletak pada pencapaian penyatuan antar pribadi dan peleburan dengan pribadi lain. Hasrat akan peleburan antar pribadi ini yang paling kuat pengaruhnya dalam diri manusia. Inilah kerinduan mendasar, kekuatan yang menjaga ras manusia, keluarga dan masyarakat untuk selalu bersama.
Terdapat dua jenis cinta menurut Formm, cinta penyatuan simbiosis dan cinta yang dewasa. Penjelasannya yaitu :
© Penyatuan Simbiosis, yaitu memiliki pola hubungan antara pasif dan aktif dimana keduanya tidak dapat hidup tanpa yang lain. Bentuk pasif dari penyatuan simbiosis disebut sebagai ketertundukan (submission), dalam istilah klinis disebut sebagai Masokhisme. Pribadi yang Masokhisme keluar dari perasaan isolasi dan keterpisahan yang tak tertahankan dengan menjadikan dirinya bagian dan bingkisan pribadi lain yang mengatur, menuntun dan melindungi dirinya. Bentuk aktif dari penyatuan simbiosis disebut sebagai dominasi (domination), dalam klinis disebut sebagai sadisme. Pribadi yang sadistis ingin keluar dari kesendiriannya dengan membuat pribadi lain menjadi bagian dan bingkisan dirinya.
© Cinta yang dewasa, adalah penyatuan didalam kondisi tetap memelihara integritas seseorang, individualitas seseorang. Cinta adalah kekuatan aktif dalam diri manusia, kekuatan yang meruntuhkan tembok yang memisahkan manusia dari sesamanya, yang menyatukan dirinya dengan yang lain.
Dalam mengatasi keterpisahan pada manusia, hanya cinta yang dewasa yang dapat dijadikan jawaban terbaik. Karakter aktif dari cinta yang dewasa ditunjukkan dengan hasrat untuk memberi daripada menerima. Arti kata memberi disini yaitu perwujudan paling nyata dari potensi diri. Dalam setiap tindakan memberi, individu akan merasakan kekuatan, kekayaan, dan kekuasaan atas dirinya sehingga memberi akan lebih membahagiakan daripada menerima. Sehingga manusia tidak akan memberi untuk menerima. Tetapi dalam batasan memberi yang sesungguhnya. Memberi yang sesungguhnya akan membuat orang lain menjadi pemberi.
Selain tindakan memberi, karakter aktif dari cinta terlihat jelas dalam kenyataan bahwa cinta selalu mengimplikasikan unsur-unsur dasar tertentu. Unsur-unsur dasar dari cinta yaitu Perhatian (Care), Tanggungjawab (Responsibility), Rasa Hormat (Respect) dan Pengetahuan (Knowledge). Fromm (Fromm, 2005) menjabarkannya sebagai berikut :
© Perhatian (Care)
Cinta adalah perhatian aktif pada kehidupan dan pertumbuhan dari apa yang kita cintai. Implikasi dari cinta yang berupa perhatian terlihat jelas dari perhatian tulus seorang ibu kepada anaknya.
© Tanggungjawab (Responsibility)
Tanggungjawab dalam arti sesungguhnya adalah suatu tindakan yang sepenuhnya bersifat sukarela. Bertanggungjawab berarti mampu dan siap menganggapi.
© Rasa Hormat (Respect)
Rasa hormat bukan merupakan perasaan takut dan terpesona. Bila menelusuri dari akar kata (Respicere = melihat), rasa hormat merupakan kemampuan untuk melihat seseorang sebagaimana adanya, menyadari individualitasnya yang unik. Rasa hormat berarti kepedulian bahwa seseorang perlu tumbuh dan berkembang sebagaimana adanya.
© Pengetahuan (Knowledge)
Pengetahuan yang menjadi satu aspek dari cinta adalah pengetahuan yang tidak bersifat eksternal, tetapi menembus hingga ke intinya. Perhatian, tanggungjawab, rasa hormat dan pengetahuan mempunyai keterkaitan satu sama lain. Semuanya merupakan sindrom sikap yang terdapat dalam pribadi yang dewasa, yaitu dalam pribadi yang mengembangkan potensi dirinya secara produktif. Berbeda dengan Fromm yang menekankan mengenai sebab, akibat dan aspek-aspek yang menimbulkan cinta dalam penjelasan teori cintanya, Sternberg lebih menekankan pada penjelasan mengenai komponen pembentuk cinta dan beragam jenis cinta yang dihasilkan dari kombinasi tiap komponen.
Teori mengenai komponen cinta disebut pula sebagai teori segitiga cinta. Segitiga cinta mengandung 3 komponen sebagai berikut:

© Keintiman (Intimacy)
Keintiman adalah elemen emosi, yang didalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan (trust) dan keinginan untuk membina hubungan.
© Gairah (Passion)
Gairah adalah elemen motivasional yang disadari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual.
© Komitmen
Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama. (Tambunan, 2001).
Kombinasi dari ketiga komponen cinta ini dapat membentuk 8 pola hubungan cinta sebagai berikut :
© Liking (Suka)
Seseorang yang hanya mengalami komponen keintiman saja, tanpa adanya gairah dan komitmen
© Infatuated (tergila-gila)
Cinta ini muncul karena adanya hasrat / gairah tanpa disertai keintiman dan komitmen.
© Empty Love.
Cinta ini berasal dari adanya komitmen pada individu tanpa adanya hasrat dan keintiman.
© Romantic Love
Cinta ini muncul dari kombinasi antara keintiman dan hasrat tapi tanpa disertai oleh komitmen.
© Companionate Love
Cinta ini muncul dari kombinasi antara keintiman dan komitmen. Biasanya cinta ini muncul dalam persahabatan yang mana tidak melibatkan hasrat.
© Fatuous Love
Cinta ini muncul dari kombinasi hasrat dan komitmen tanpa adanya keintiman.
© Non Love
Ketiga komponen cinta tidak ada pada pola cinta ini. Pola ini biasanya muncul dalam hubungan dengan sekitar yang tidak menetap.
© Consummate Love
Cinta ini muncul dari kombinasi ketiga komponen cinta (keintiman, hasrat dan komitmen). Cinta ini disebut juga sebagai cinta yang utuh. (Popsy, 2007)

Hubungan Perkawinan
Kualitas hubungan pernikahan sekarang telah menjadi lebih penting daripada keabadian nya. Pada bagian, ini mencerminkan kepercayaan yang tumbuh di antara Amerika bahwa kebahagiaan pribadi adalah hak bukan suatu kemewahan. Akibatnya, pasangan cenderung mengharapkan lebih dari pernikahan mereka daripada di masa lalu dan lebih mungkin untuk mengakhiri pernikahan tidak bahagia dari orangtua mereka. Hal ini menyebabkan beberapa pasangan untuk merumuskan expecttations mereka dan klaim pada satu sama lain dalam kontrak perkawinan dan untuk negotiace perbedaan mereka dengan mata ke arah memaksimalkan kebahagiaan bersama.

Komunikasi dan konflik
Salah satu daerah yang paling penting dari penyesuaian perkawinan adalah belajar untuk berkomunikasi secara efektif dengan pasangan Anda.
Bagaimana memiliki anak?
Sampai saat ini, pasangan yang sudah menikah diharapkan untuk memiliki anak. Namun dalam dekade terakhir pilihan untuk tidak memiliki anak telah menjadi lebih dapat diterima. Umumnya, pasangan akan menunda memiliki anak sampai mereka membuat penundaan final
Perubahan dengan lamanya pernikahan
Hal ini tidak jarang terdengar pasangan yang sudah menikah mengatakan bahwa pernikahan kami saat ini berbeda daripada sepuluh atau lima belas tahun yang lalu. Beberapa pasangan merasa mereka telah tumbuh lebih dekat bersama, sementara yang lain merasa bahwa mereka telah terpisah. Tapi hanya sedikit akan menyangkal bahwa pernikahan mereka telah berubah dengan tahun-tahun.


Sex dalam pernikahan
Sebuah pertengkaran kadang-kadang mungkin berakhir di kamar tidur. Untuk ada hubungan positif yang kuat antara kepuasan pasangan dalam pernikahan mereka dan kehidupan seksual mereka. Rasanya mustahil untuk mengatakan mana yang mempengaruhi lebih lainnya. Bahkan, setiap aspek dari pernikahan adalah sama efektif dalam memprediksi sepuluh tahun lain kemudian.
Perceraian
Perceraian biasanya merupakan krisis yang kompleks, karena beberapa hal yang terjadi pada suatu waktu. Bohannan (1975) telah mengidentifikasi enam dari percobaan yang tumpang tindih umum untuk pengalaman hampir everyones perceraian, meskipun mereka mungkin terjadi dalam urutan yang berbeda dan dengan intensitas yang berbeda torsi untuk torsi.
perceraian emosional yang paling mungkin terjadi terlebih dahulu. Para mitra cenderung menarik diri secara emosional dari satu sama lain, atau untuk hidup bersama berdampingan dengan banyak antagonisme. Perang dingin suasana perceraian emosional sering lebih merusak pada anak-anak dari phsycal. hukum perceraian yang mengikuti.
Beberapa studi menunjukkan bahwa anak-anak dari perceraian mungkin menderita kecemasan kurang dan ketidakmampuan menyesuaikan diri daripada mereka yang dibesarkan di rumah tangga dengan pernikahan utuh tetapi konflik.

Sumber :
Sarlito W. Sarwono & Eko A. Meinarno.2009. Psikologi Sosial. Depok: Salemba Humanika
Fromm, Erich. 2005. The Art Of Loving. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Chaplin.J.P. 1981. Kamus Lengkap Psikologi. PT. RajaGrafindo Persada.,Jakarta
Schultz Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Kanisius. Yogyakarta.

Sabtu, 26 Maret 2011

Cita-Cita Dalam Perjuangan

Perjuangan itu susah
tapi jangan resah
buat saja menjadi mudah
agar langkahmu tak gelisah

kawan kita masih muda
jangan hanya di isi dengan noda
tapi isi dengan doa
biar jalan kita menjadi lega

kawan seperjuangan
gantungkan angan-angan
dan terbang bebas seperti layangan
jangan hanya bisa jadi bayangan

tapi harus kita gapai dengan sempurna
agar kita menjadi manusia yang punya nama
bukan hanya bisa nganga
tapi harus bisa menjadi contoh yang baik untuk sesama.....

Jumat, 25 Maret 2011

Pandangan Al-Tusi dan Ajarannya Terhadap Manusia


Al-tusi adalah seorang ilmuwan serba bisa yang sudah tidak diragukan lagi banyak sekali kontribusinya pada dunia ilm pengetahuan tapi dia juga adalah salah satu filsuf hebat dari islam yang terlahir dari Persia dan beliau filsuf sosio-politik islam jadi pada pandangannya terhadap manusia tidak jauh dari sosio-politik. Al-tusi sendiri banyak dipengaruhi oleh Aristoteles, Al-farbi dan tradisi Iran (syiah) dan dalam agama Al-Tusi mengadopsi ajaran-ajaran neo-Platonik Ibnu Sina dan Suhrawardi, yang keduanya ia sebut, demi alasan-alasan taktis, “orang bijak” (hukuma) bukan sebagai Filsuf, hanya saja ia sedikit berbeda dengan ibnu sina dalam pendapatnya tentang eksistensi  kepada tuhan, Al-tusi juga bermaksud menggabungkan filsafat dan fikih berdasarkan pemikiran bahwa perbuatan baik mungkin saja didasarkan atas fitrah atau adat. Fitrah memberikan manusia prinsip-prinsip baku yang dikenal sebagai pengetahuan batin dan kebijaksanaan. Sedangkan adat merujuk pada kebiasaan komunitas, atau diajarkan oleh seorang nabi atau imam, pada hukum Tuhan, dan ini merupakan pokok bahasan fikih. dibawah ini adalah pandangan dan ajarannya Al-tusi mengenai manusia.

Al-Tusi, pertama-tama mengkaji tentang kemanusiaan sebagai tahap awal munculnya politik dalam diri manusia, kemudian Ia juga membahas bagaimana fitrah manusia sebenarnya, dsb. Dan yang kedua adalah tentang masyarakat politik, dia akan menjelaskan elemen-elemen masyarakat politik seperti adanya kerja sama dalam bidang ekonomi, elemen keadilan, dan bahkan elemen cinta. Untuk itulah disini akan kita lihat pemikiran sosio-politiknya yang khas. Kemudian setelah terbentuk masyarakat politik, Tusi juga menjelaskan adanya kelompok masyarakat dengan status yang berbeda berdasarkan kemampuan dan usaha mereka masing-masing. Hal ini sangat dipengaruhi oleh pandangan Aristoteles. Dan kesemuanya itu akan sangat jelas dan khas dalam pandangannya tentang Negara aktual yang bercorak Nasihat kepada Raja atau pemimpin, yang mengisyaratkan adanya sebuah “persatuan spiritual” dalam mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan. 

Pemikiran tentang Kemanusiaan, Pemikiran al Tusi tentang kemanusiaan sebagai jalan tengah antara tingkatan intelektual dan spiritual yang lebih tinggi dengan tingkatan lahir yang fana. Ini mirip dengan pemikiran Al Farabi, bahwa setiap orang mampu mencapai kebahagiaan abadi, tergantung pada upaya pribadinya masing-masing. Pandangan tentang kebebasan manusia ini berjalan seiring dengan pandangan keluhuran fitrah manusia. Menurutnya manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk paling mulia, akan tetapi kesempurnaanya menjadi tanggung jwab penalarannya sendiri yang merdeka.

Mengenai kecenderungan moral manusia, al Tusi menyatakan bahwa sebagian manusia menurut fitrahnya baik, sedangkan yang lain baik menurut hukum agama”. Dia menyimpulkan bahwa kesejahteraan manusia membutuhkan; pertama, pengaturan dunia materi oleh akal, melalui seni dan ketrampilan. Kedua, ia membutuhkan pendidikan, disiplin dan kepemimpinan. Menurutnya manusia pada awal penciptaanya diadaptasikan dengan dua keadaan ini, yaitu fisik dan intelektual, sehingga diperlukan para nabi dan filsuf, imam, pembimbing, tutor dan instruktur.

Bahasan paling unik adalah penjelasannya tentang asosiasi manusia dengan “cinta”, yang menurutnya memainkan peran lebih sentral dari pada teori sosial Islam yang lainnya. “Cinta” melahirkan kehidupan yang beradap (tamadun) dan persatuan sosial. Baginya cinta merupakan “penghubung semua masyarakat”. Cinta mengalir dari fitrah manusia itu sendiri. (Mungkin ini dambil dari gagasan neo-Platonis). Menurutnya semakin kita tersucikan, semakin kita menjadi subtansi-subtansi sederhana yang mengetahui bahwa “tidak ada perbedaan antara memaknai atau mengabaikan sifat fisik” dan bahkan mencapai “kesatuan batin” melalui cinta satu sama lain. Sebagai contoh, disini Al Tusi memandang umat Islam terdiri atas asosiasi tunggal, sebagaimana pengertian Aristoteles. Sikap saling membantu dan mencintai serta kerja sama membimbing manusia untuk mencapai kesempurnaan. Hal ini secara tidak langsung melahirkan kemanuggalan semua orang pada Manusia Sempurna, sebagaimana diajarkan dalam doktrin Syiah Ismailiyah. Disini dapat kita lihat sepertinya Al Tusi telah berhasil dalam mengintegrasikan pemikiran Aristoteles dan Syiah secara lebih mendalam.

Rabu, 23 Maret 2011

Bencana Tsunami Jepang dan Kaitannya Dengan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)


Gempa bumi yang berkekuatan 8,9 SR berpusat di kedalaman 24,3 km sekitar 130 km di sebelah timur Sendai di pulau utama Honshu yang terjadi di jepang dan di ikuti oleh tsunami yang terjadi pada hari Jumat 11 Maret 2011 sekitar pukul 15:00 waktu tokyo telah banyak memakan korban sekitar 2000 jiwa, Walau jepang terkenal dengan teknologinya tetapi yang namanya bencana tak dapat dielakan karena itu semua adalah kehendak yang maha kuasa, tetapi bencana ini telah membuat duka bagi dunia karena sodara-sodara kita mendapatkan cobaan yang begitu berat dan mereka tenggelam dalam kesedihan karena kehilangan sanak keluarga yang mereka sayangi begitu pula dengan harta benda mereka, dan merekapun mengalami trauma yang dalam.
Dalam tragedy ini mereka mengalami trauma yang disebut dengan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), Post Traumatic Strees Disorder atau PTSD ialah reaksi maladaptif yang berkelanjutan terhadap suatu pengalaman traumatis. Pengalaman traumatis ini merupakan pengalaman luar biasa yang mencekam, mengerikan, dan mengancam jiwa seseorang salah satunya di akibatkan oleh bencana alam seperti yang terjadi di jepang para korban mengalami PTSD karena mereka merasakan bagaimana mencekamnya dan mengerikannya tsunami tersebut terutama para korban yang sanak keluarganya meninggal akibat kejadian itu dan para anak-anak yang menjadi yatim atau piatu.
Gangguan stress (PTSD) ini memungkinkan terjadi pada waktu yang lama bisa bebulan-bulan, bertahun-tahun untuk sembuh atau untuk seseorang normal kembali dan stress ini bisa saja tidak terjadi langsung saat kejadian bisa sebulan setelahnya atau setahun setelah kejadian tersebut, seseorang akan didiagnosa mengalami PTSD bila setelah periode yang cukup panjang, ia tak mampu kembali ke fungsinya yang semula, dan terus dicekam oleh pengalaman-pengalaman mengganggu dan ini adalah salah satu tugas para psikolog untuk membantu memulihkan lagi mental para korban agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan trauma yang mendalam karena kejadian ini akan sangat mempengaruhi kesehatan mental para korban dan kondisi emosionalnya.
Gejala-gejala yang terjadi pada penderita PTSD antara lain seseorang mengalami frekwensi, ingatan yang tidak diinginkan menimbulkan kembali peristiwa traumatik. Mimpi buruk adalah biasa. Kadangkala peristiwa hidup kembali sebagaimana jika terjadi (flashback). Gangguan hebat seringkali terjadi ketika orang berhadapan dengan peristiwa atau keadaan yang mengingatkan mereka kepada trauma asal, misalnya apabila korban tsunami dan gempa ini apabila di dekat laut mereka akan teringat kembali pada kejadian tersebut mungkin mereka dengan tiba-tiba akan berteriak histeris dan sambil menangis.
Langkah-langkah dalam pengobatan atau pemulihan ada beberapa misalnya pada korban tsunami jepang ialah dengan melakukan terapi misalnya :
Ø  Terapi behavior yang dapat menanggulangi rasa takut pada korban terutama anak karena perjalanan mereka masih sangat panjang.
Ø  Terapi kognitif yang dilakukan dengan cara si penderita (korban) bercerita terapi ini bisa membantu mengurangi kenangan buruk masa silam.
Ø  Terapi psikodinamik yaitu memaparkan kembali penderita terhadap peristiwa traumatik namun dengan lingkungan yang lebih mendukung. Dengan terapi ini, penderita akan memahami perasaan sadar dan tak sadar terhadap peristiwa yang mempengaruhinya tersebut dan belajar menerima kondisi.
Ø  Terapi medis dengan pemberian obat penenang atau obat anti depresann dapat membantu untuk mengobati gangguan-gangguan kecemasan lainnya. Namu terapi ini kurang efisien bagi korban karena korban akan beranggapan bahwa mereka bisa tenang akibat obat bukan dari mereka sendiri dan terapi ini tidak menyembuhkan secara total.
Dalam kejadian ini pun korban di anjurkan untuk tidak memakan makanan yang dapat memancing stres (PTSD) itu sendiri misalnya kafein (kopi, coklat, teh hitam, dan kola) dan alcohol, serta menyeimbangkan kadar gula agar mood tetap terjaga dan memakan sayur-sayuran, tapi sebenarnya bukan hanya itu yang di butuhkan bagi korban tsunami jepang ini kita pun sebagai sesama harus membantu mereka bangun kembali, membangun rasa percaya dirinya serta membantu melupakan apa yang telah terjadi dan mengikhlaskannya dari musibah yang menimpanya yang berat walau sulit tapi segalanya dapat tercapai apabila di lakukan dengan usaha yang gigih terutama perhatian pertama kita tunjukan untuk para ibu dan anak-anak yang perasaannya lebih sensitive dan bagi mereka yang di tinggalkan keluarga semoga jepang dapat bangkit kembali agar mereka dapat hidup dengan normal lagi dalam menjalani kehidupan mereka.

Selasa, 22 Maret 2011

THE DEPARTED




Leonardo DiCaprio memerankan tkoh William "Billy" Costigan Jr, seorang Trooper Negara sedang menyamar menjadi salah satu anak buah Costello.,Matt Damon sebagai Colin Sullivan Sersan detektif sekaligus menjadi informan Costello di Unit Penyelidikan Khusus, Jack Nicholson sebagai Francis "Frank" Costello, bos sadis dari Irlandia massa Boston.

Mark Wahlberg sebagai Staf Sersan Sean Dignam, kedua perintah unit menyamar, Martin Sheen sebagai Kapten Oliver Charles Queenan Komandan unit menyamar. Vera Farmiga sebagai Dr Madolyn Madden, psikiater kerja dan pacar baik Costigan dan Sullivan. Ray Winstone sebagai Arnold "Frenchy" Perancis, Costello consigliere. 

Alec Baldwin sebagai George Ellerby Kapten, Komandan SIU tersebut, Anthony Anderson sebagai Trooper Brown, anggota SIU dan Teman-teman sekelas Costigan di Akademi MSP., James Badge Dale sebagai Trooper Barrigan, anggota SIU itu, itu teman sekelas Sullivan di akademi dan lainnya informan Costello, David O'Hara sebagai "Fitzy" Fitzgibbons, salah satu's penegak Costello, Mark Rolston sebagai Timotius Delahunt, salah satu's penegak Costello dan lain Agen Undercover, Kevin Corrigan sebagai Sean Costigan, sepupu Billy, Robert Wahlberg sebagai Agen FBI Frank Khusus Lazio, FBI penghubung untuk SIU tersebut, Kristen Dalton sebagai Gwen Costello, istri pecandu obat-Frank, Conor Donovan sebagai Colin Sullivan muda di awal film.




SINOPSIS

Pada usia muda, Colin Sullivan ( Damon ) diperkenalkan untuk kejahatan terorganisir melalui mobster Frank Costello Irlandia ( Nicholson) dan “ The Departed “ bersetting di Irlandia Boston Selatan . Costello melatih dia untuk menjadi matan – mata nya di dalam Massachusetts Kepolisian Negara.Sullivan diterima ke dalam Unit Investigasi Khusus , yang berfokus pada kejahatan terorganisir. Sebelum ia lulusan dari Akademi Kepolisian , Billy Costigan ( DiCaprio ) diminta oleh Kapten Oliver Queenan ( Sheen ) dan Sersan Sean Dignam ( Wahlberg ) untuk menjadi Agen Undercover, sebagai anak dan ikatan keluarga dengan kejahatan terorganisir membuatnya menjadi infiltran yang sempurna.

Dia sengaja tidak diluluskan dari Akademi dan di penjara atas tuduhan penyerangan palsu untuk meningkatkan kredibilitasnya sebagai seorang Kriminal dan ditugaskan untuk menyusup pada sindikat mafia yang dipimpin Costello (Jack Nicholson) dan Billy dengan cepat mendapat kepercayaan Costello.

Mereka masing-masing sibuk dengan peran gandanya, mengumpulkan informasi tentang rencana dan pelaksanaannya. Namun keadaan semakin jelas baik bagi penjahat maupun polisi bahwa ada kejanggalan diantara mereka, Billy dan Colin terancam tertangkap dan penyamarannya terbongkar.

Analisa (Permasalahan) Film “ Departed “

Pada film ini terjadi berbagai konflik, diawali dengam mulainya tercium penyamaran yang dilakukan Billy dan Collin yang tercium oleh Costello dan pihak kepolisian bahwa anak buah Costello ataupun polisi ada yang menjadi mata-matadan masing-masing ingin mengungkapkan identitas diri lawanya, dan disini juga terjadi cinta segitiga antara Billy, Collin dan psikiater kepolisian Dr. Madolyn Madden, dalam film ini Madolyn menjadi psikiater Billy sekaligus dia menjadi pacar Collin, Billy menceritakan semua masalahnya pada Madolyn termasuk mengenai penyamarannya sebagai mata-mata polisi.

Keadaan semakim memburuk saat atasan mereka masing-masing mulai mencium adanya mata-mata diantara mereka dan disini Billy meminta pada Kapten Queenan untuk berhenti dalam tugasnya, karena Billy merasa bahwa penyamarannya akan segera terbongkar, namun sayang ketika itu Letnan yang mengetahui identitas Billy itu meninggal tertembak oleh anak buah Costello, padahal yang mengetahui identitas Billy yang sebenarnya hanya Kapten Queenan dan Sersan Sean Dignam. Tidak hanya Billy yang merasa khawatir akan penyamarannya tapi Collin pun sama, lalu dia mulai mencari mata-mata dari kepolisian yang menyamar jadi anak buah Costello, begitupun Billy, setelah penyamaran mereka terbongkar mereka sama-sama terbunuh, Billy di bunuh oleh anak buah Costello yang menyamar menjadi polisi juga dan yang menembak mati Billy di bunuh oleh Collin dan setelah itu Collin di bunuh oleh Sersan Sean Dignam

Yang terkait dengan Kode Etik

Di dalam film ini kita bisa melihat pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Colin, dimana dia ternyata telah menjadi mata-mata di kepolisian dan secara diam-diam dia menggunakan profesinya untuk melancarkan kejahatan yang dilakukan oleh ayah angkatnya Costello. Dia juga tanpa izin, menghapus berkas identitas milik Billy dari kepolisian.

Dan disinipun adalanya pelanggaran “ Kode Etik Psikologi ” yang dilakukan oleh Dr. Madolyn Madden yang menjadi Psikiater kepolisian dan sebagai konsultan bagi Billy pelanggaran yang terjadi disini ialah adanya hubungan emosional antara Dr Madolyn Madden dan Billy, yang seharusnya apabila sudah ada hubungan emosional seharusnya yang dilakukan Dr Madolyn Madden adalah menyerahkan kliennya pada psikiater yang lain.