Kalo ada orang yang bertanya padaku, apa yang begitu ingin kau lindungi dan kau kasihi sepanjang hidupku?
aku hanya akan menjawab " KELUARGA "
Bagiku keluarga adalah sebuah motivasi terbesar yang dianugrahkan tuhan bagiku
betapa berartinya mereka dalam hidupku
mungkin saat ini aku bukan seorang yang bisa memberi kebanggaan bagi mereka?
tapi jauh di dalam diriku, tersimpan tekad yang begitu besar untuk menjadi kebanggaan mereka yang telah merawatku, membesarkanku dengan penuh kasih sayang dan kesabaran
tanpa mereka meminta pamrih sedikitpun
wahai ayahku, ayah adalah sebuah figur ayah terbaik yang pernah ada, bagiku ayah adalah pelindungku yang tak akan pernah lekang oleh waktu dan wahai ibuku, ibu adalah seorang wanita yang begitu hebat sehingga anak-anakmu sekarang dapat tumbuh hingga dewasa-dewasa, kedua kakaku kalian adalah dua orang lelaki yang aku kagumi bahkan superstarpun tak lebih baik dari kalian di mataku dan yang terakhir untuk adikku kamu adalah orang yang paling aku sayang, semoga kelak kamu akan menjadi orang yang begitu hebat, adikku jadilah orang yang terbaik dan jadilah yang terhebat di keluarga kita,,,doa ku selal bersamamu adiku
dan untuk keluarga ku ini, aku belum bisa memberi apa-apa secara nyata...
tapi doa ku dan semangat akan kupersembahkan untuk kalian yang paling aku sayangi di dunia ini.....
Minggu, 06 Maret 2011
Pikirkan Sejenak Masa Depan
Renungkan sejenak apa yang menjadi beban pikiran
tak ada salahnya kalo kita sejenak berdiam diri dalam kesendirian
mencoba berpikir tentang masa depan
mengingat apa yang telah tersimpan
membuka memori untuk sebuah renungan malam
yang terasa begitu kelam
hingga seperti pisau yang begitu tajam
menusuk jiwa hingga terdiam
pikirkan kawan betapa beratnya kehidupan
betapa beratnya tanggung jawab yang di emban
semua itu adalah harapan
bagi orang tua yang kita banggakan
semoga semua cobaan dan harapan
dapat terlaksana dengan tekad dan kegigihan
yang begitu mendalam
seperti harapan orang tua kita bagi kita di masa yang akan datang..
tak ada salahnya kalo kita sejenak berdiam diri dalam kesendirian
mencoba berpikir tentang masa depan
mengingat apa yang telah tersimpan
membuka memori untuk sebuah renungan malam
yang terasa begitu kelam
hingga seperti pisau yang begitu tajam
menusuk jiwa hingga terdiam
pikirkan kawan betapa beratnya kehidupan
betapa beratnya tanggung jawab yang di emban
semua itu adalah harapan
bagi orang tua yang kita banggakan
semoga semua cobaan dan harapan
dapat terlaksana dengan tekad dan kegigihan
yang begitu mendalam
seperti harapan orang tua kita bagi kita di masa yang akan datang..
Sabtu, 05 Maret 2011
KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ROGERS , MASLOW , DAN FROMM
KEPRIBADIAN SEHAT MENURUT ROGER , MASLOW , DAN FROMM
Kepribadian Sehat Menurut Rogers
Kepribadian sehat menurut Rogers adalah aktualisasi diri. Jadi manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak – kanak atau masa lampau Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun dia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan pada masa lalunya.
Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi -potensi psikologis yang unik. Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar khususnya dalam masa kanak – kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis.
Rogers dikenal juga sebagai seorang fenomenologis, karena ia sangat menekankan pada realitas yang berarti bagi individu. Realitas tiap orang akan berbeda – beda tergantung pada pengalaman – pengalaman perseptualnya. Lapangan pengalaman ini disebut dengan fenomenal field. Rogers menerima istilah self sebagai fakta dari lapangan fenomenal tersebut.
Perkembangan Kepribadian Self Menurut Rogers
Self merupakan konstruk utama dalam teori kepribadian Rogers, yang sekarang ini dikenal dengan ”Self concept “. Rogers mengartikan sebagai persepsi tentang karakteristik “I” atau “Me” dan persepsi tentang hubungan “I” atau “Me” dengan orang lain atau berbagai aspek kehidupan, termasuk nilai-nilai yang terkait dengan persepsi tersebut. Diartikan juga sebagai keyakinan tentang kenyataan, keunikan, dan kualitas tingkah laku diri sendiri. Konsep diri merupakan gambaran mental tentang diri seseorang, seperti : “Saya tampan”, “Saya seorang manager yang handal”, dan “Saya seorang mahasiswa yang pandai”.
Konsep diri ini di bagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Dan Rogers memperkenalkan 2 konsep lagi yaitu hubungan antara “Self concept” dengan organisme, yaitu “congruence” atau “incongruence”. Kedua kemungkinan hubungan ini menentukan perkembangan kematangan, penyesuaian, dan kesehatan mental seseorang.
Apabila antara “Self concept” dengan organisme terjadi kecocokan maka hubungan itu disebut kongruen, tetapi apabila terjadi diskrepansi (ketidakcocokan) maka hubungan itu disebut inkongruen. Contoh yang inkongruen : Anda mungkin meyakini bahwa secara akademik anda seorang yang cerdas , namun ternyata nilai-nilai yang anda peroleh sebaliknya (organisme atau pengalaman nyata).
Peranan Positif Regard dalam Pembentukan Individu
Positive regards sangat dibutuhkan agar individu mempunyai kepribadian yang sehat. Ketika anak sedang berkembang maka anak juga belajar membutuhkan cinta dan kasih sayang dari orang terdekatnya maka hal tersebut disebut sebagai positive regards. Setiap anak terdorong untuk mencari positive regards tetapi, tidak setiap anak mendapatkan hal itu . Anak akan merasa senang dan nyaman jika dia menerima kasih sayang, cinta dan persetujuan dari orang lain, apalagi jika hal tersebut dia dapatkan dari orang-orang terdekatnya namun, jika dia kurang mendapat cinta dan kasih sayang serta mendapatkan ejekan, maka dia akan merasa sangat kecewa dan sedih.
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.
Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being):
1. Keterbukaan pada pengalaman
Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel sehingga selalu timbul persepsi baru. Dengan demikian ia akan mengalami banyak emosi (emosional) baik yang positip maupun negatip.
2. Kehidupan Eksistensial
Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya.
3. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik.
4. Perasaan Bebas
Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan – paksaan atau rintangan – rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.
5. Kreativitas
Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri – ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.
Kepribadian Sehat menurut Maslow
Maslow menguraikan teori tentang Hirarki kebutuhan, Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Maslow menyebut teorinya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey, yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer, Goldstein, dan psikologi Gestalt, dan dengan dinamisme Freud, Fromm, Horney, Reich, Jung, dan Adler.
Identifikasi Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik, yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur, istirahat, dan udara. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan, harga diri, dan cinta, pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Karena kebutuhan tersebut adalah kebutuhan paling utama dalam tubuh manusia barulah setelah semua kebutuhan itu terpenuhi akan muncul kebutuhan-kebutuhan yang lain.
Tak teragukan lagi bahwa kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang paling kuat dan mendesak. Ini berarti bahwa pada diri manusia yang sangat merasa kekurangan segala-galanya dalam kehidupannya, besar sekali kemungkinan bahwa motivasi yang paling besar ialah kebutuhan fisiologis dan bukan yang lain-lainnya. Dengan kata lain, seorang individu yang melarat kehidupannya, mungkin sekali akan selalu termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan ini.
Identifikasi Kebutuhan Rasa Aman
Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan, muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan, perlindungan, kebebasan dari rasa takut, cemas dan kekalutan; kebutuhan akan struktur, ketertiban, hukum, batas-batas, dan sebagainya.
Identifikasi Kebutuhan Sosial
Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman, maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki, saling percaya, cinta, dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Pada tingkat kebutuhan ini, dan belum pernah sebelumnya, orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat, kekasih, isteri, suami, atau anak-anak. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya, dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. Orang di posisi kebutuhan ini bahkan mungkin telah lupa bahwa tatkala masih memuaskan kebutuhan akan makanan, ia pernah meremehkan cinta sebagai hal yang tidak nyata, tidak perlu, dan tidak penting. Sekarang ia akan sangat merasakan perihnya rasa kesepian itu, pengucilan sosial, penolakan, tiadanya keramahan, dan keadaan yang tak menentu.
Identifikasi Kebutuhan akan Penghargaan
Menurut Maslow, semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap, mempunyai dasar yang kuat, dan biasanya bermutu tinggi, akan rasa hormat diri atau harga diri. Karenanya, Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri, kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan, dan kebebasan (kemerdekaan). Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain, prestise, pengakuan, penerimaan, ketenaran, martabat, perhatian, kedudukan, apresiasi atau nama baik. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. Sebaliknya harga diri yang kurang akan menyebabkan rasa rendah diri, rasa tidak berdaya, bahkan rasa putus asa serta perilaku yang neurotik. Kebebasan atau kemerdekaan pada tingkat kebutuhan ini adalah kebutuhan akan rasa ketidakterikatan oleh hal-hal yang menghambat perwujudan diri. Kebutuhan ini tidak bisa ditukar dengan sebungkus nasi goreng atau sejumlah uang karena kebutuhan akan hal-hal itu telah terpuaskan.
Identifikasi Kebutuhan Aktualisasi Diri
Menurut Maslow, setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh, berkembang, dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri, menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai.
Kebutuhan akan aktualisasi diri ini merupakan aspek terpenting dalam teori motivasi Maslow. Dewasa ini bahkan sejumlah pemikir menjadikan kebutuhan ini sebagai titik tolak prioritas untuk membina manusia berkepribadian unggul. Karena kebutuhan aktualisasi diri belakangan ini serig digunakan untuk menjembatani antara kemampuan managerial secara ekonomis dan dengan kedalaman sprital. Manajer yang diharapkan adalah pemimpin yang handal tanpa melupakan sisi kerohanian. Dengan demikian perilaku organisme yang diharapkan bukanlah perilaku yang rakus dan terus-menerus mengejar pemuasan kebutuhan, melainkan perilaku yang lebih suka memahami daripada dipahami, memberi daripada menerima. Dalam makalah ini, gagasan aktualisasi diri akan mendapat sorotan lebih luas dan dalam sebelum masuk dalam pembahasan penerapan teori.
Ciri-ciri pribadi yang sehat menurut Abraham maslow:
Menerima realitas secara tepat
Menerima diri dan orang lain apa adanya
Bertidak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
Memiliki ruang untuk diri pribadi
Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
Mengarah pada nilai-nilai demokratis
Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh
Memiliki rasa humor yang tinggi
Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
Memiliki integritas diri yang total
Kepribadian Sehat menurut Eric Fromm
Teori eric fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat
Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencintai atau bagaimana meemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter , karna manusia adalah mahluk yang memiliki kesadaran pikiran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai , perhatian tanggung jawab integritas bisa di lukai mengalami kesedihan sehingga apabila dalam kaitanya manusia kurang dalam menanggapi hal yang di sebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa di katakan tidak sehat secara mental menurut Eric fromm
Kebutuhan dasar manusia menurut eric fromm
1)Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain
2)Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif
3) Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia
4) Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia
5) Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia
Hal kebutuhan tersebut adalah sifat alamiah dari manusia menurut fromm dan ini berubah saat evolusi namun manivestasi dari kebutuhan ini adalah akan memunculkan potensi-potensi batiniah di tentukan oleh aturan-aturan sosial di mana ia hidup dan kepribadian seseorang berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang di berikan kepadanya oleh masyarakat tertentu
Sehingga kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat.
Referensi Tugas 3
Schultz, Duane. Psikologi Pertumbuhan: Model – Model Kepribadian Sehat. Jogjakarta: Kanisius, 1991.
Lur Rochman, Kholil.(2010). Kesehatan Mental.Purwokerto: STAIN press.
Suryabarata, Sumadi.2007.Psikologi Kepribadian.Jakarta: Raja Grafindo
Schultz Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Kanisius.
Nurihsan, J. 2007.Teori Kepribadian.Bandung : T Remaja Rosdakarya
Nama : Fadil Wahyu Adhitama
Kelas : 2pa03
NPM : 15509192
Kepribadian Sehat Menurut Rogers
Kepribadian sehat menurut Rogers adalah aktualisasi diri. Jadi manusia yang sadar dan rasional tidak lagi dikontrol oleh peristiwa kanak – kanak atau masa lampau Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun dia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan pada masa lalunya.
Aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi -potensi psikologis yang unik. Aktualisasi diri akan dibantu atau dihalangi oleh pengalaman dan oleh belajar khususnya dalam masa kanak – kanak. Aktualisasi diri akan berubah sejalan dengan perkembangan hidup seseorang. Ketika mencapai usia tertentu (adolensi) seseorang akan mengalami pergeseran aktualisasi diri dari fisiologis ke psikologis.
Rogers dikenal juga sebagai seorang fenomenologis, karena ia sangat menekankan pada realitas yang berarti bagi individu. Realitas tiap orang akan berbeda – beda tergantung pada pengalaman – pengalaman perseptualnya. Lapangan pengalaman ini disebut dengan fenomenal field. Rogers menerima istilah self sebagai fakta dari lapangan fenomenal tersebut.
Perkembangan Kepribadian Self Menurut Rogers
Self merupakan konstruk utama dalam teori kepribadian Rogers, yang sekarang ini dikenal dengan ”Self concept “. Rogers mengartikan sebagai persepsi tentang karakteristik “I” atau “Me” dan persepsi tentang hubungan “I” atau “Me” dengan orang lain atau berbagai aspek kehidupan, termasuk nilai-nilai yang terkait dengan persepsi tersebut. Diartikan juga sebagai keyakinan tentang kenyataan, keunikan, dan kualitas tingkah laku diri sendiri. Konsep diri merupakan gambaran mental tentang diri seseorang, seperti : “Saya tampan”, “Saya seorang manager yang handal”, dan “Saya seorang mahasiswa yang pandai”.
Konsep diri ini di bagi menjadi 2 yaitu konsep diri real dan konsep diri ideal. Dan Rogers memperkenalkan 2 konsep lagi yaitu hubungan antara “Self concept” dengan organisme, yaitu “congruence” atau “incongruence”. Kedua kemungkinan hubungan ini menentukan perkembangan kematangan, penyesuaian, dan kesehatan mental seseorang.
Apabila antara “Self concept” dengan organisme terjadi kecocokan maka hubungan itu disebut kongruen, tetapi apabila terjadi diskrepansi (ketidakcocokan) maka hubungan itu disebut inkongruen. Contoh yang inkongruen : Anda mungkin meyakini bahwa secara akademik anda seorang yang cerdas , namun ternyata nilai-nilai yang anda peroleh sebaliknya (organisme atau pengalaman nyata).
Peranan Positif Regard dalam Pembentukan Individu
Positive regards sangat dibutuhkan agar individu mempunyai kepribadian yang sehat. Ketika anak sedang berkembang maka anak juga belajar membutuhkan cinta dan kasih sayang dari orang terdekatnya maka hal tersebut disebut sebagai positive regards. Setiap anak terdorong untuk mencari positive regards tetapi, tidak setiap anak mendapatkan hal itu . Anak akan merasa senang dan nyaman jika dia menerima kasih sayang, cinta dan persetujuan dari orang lain, apalagi jika hal tersebut dia dapatkan dari orang-orang terdekatnya namun, jika dia kurang mendapat cinta dan kasih sayang serta mendapatkan ejekan, maka dia akan merasa sangat kecewa dan sedih.
Rogers menggambarkan pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami penghargaan positip tanpa syarat. Ini berarti dia dihargai, dicintai karena nilai adanya diri sendiri sebagai person sehingga ia tidak bersifat defensif namun cenderung untuk menerima diri dengan penuh kepercayaan.
Lima sifat khas orang yang berfungsi sepenuhnya (fully human being):
1. Keterbukaan pada pengalaman
Orang yang berfungsi sepenuhnya adalah orang yang menerima semua pengalaman dengan fleksibel sehingga selalu timbul persepsi baru. Dengan demikian ia akan mengalami banyak emosi (emosional) baik yang positip maupun negatip.
2. Kehidupan Eksistensial
Kualitas dari kehidupan eksistensial dimana orang terbuka terhadap pengalamannya sehingga ia selalu menemukan sesuatu yang baru, dan selalu berubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya.
3. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik.
4. Perasaan Bebas
Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan – paksaan atau rintangan – rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.
5. Kreativitas
Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri – ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.
Kepribadian Sehat menurut Maslow
Maslow menguraikan teori tentang Hirarki kebutuhan, Kebutuhan ini mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Ketika satu tingkat kebutuhan terpenuhi atau mendominasi, orang tidak lagi mendapat motivasi dari kebutuhan tersebut. Maslow menyebut teorinya sendiri sebagai sintesis atau perpaduan teori yang holistik dinamis. Disebut demikian karena Maslow mendasarkan teorinya dengan mengikuti tradisi fungsional James dan Dewey, yang dipadu dengan unsur-unsur kepercayaan Wertheimer, Goldstein, dan psikologi Gestalt, dan dengan dinamisme Freud, Fromm, Horney, Reich, Jung, dan Adler.
Identifikasi Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk mempertahankan hidupnya secara fisik, yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur, istirahat, dan udara. Seseorang yang mengalami kekurangan makanan, harga diri, dan cinta, pertama-tama akan mencari makanan terlebih dahulu. Karena kebutuhan tersebut adalah kebutuhan paling utama dalam tubuh manusia barulah setelah semua kebutuhan itu terpenuhi akan muncul kebutuhan-kebutuhan yang lain.
Tak teragukan lagi bahwa kebutuhan fisiologis ini adalah kebutuhan yang paling kuat dan mendesak. Ini berarti bahwa pada diri manusia yang sangat merasa kekurangan segala-galanya dalam kehidupannya, besar sekali kemungkinan bahwa motivasi yang paling besar ialah kebutuhan fisiologis dan bukan yang lain-lainnya. Dengan kata lain, seorang individu yang melarat kehidupannya, mungkin sekali akan selalu termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan ini.
Identifikasi Kebutuhan Rasa Aman
Segera setelah kebutuhan dasariah terpuaskan, muncullah apa yang digambarkan Maslow sebagai kebutuhan akan rasa aman atau keselamatan. Kebutuhan ini menampilkan diri dalam kategori kebutuhan akan kemantapan, perlindungan, kebebasan dari rasa takut, cemas dan kekalutan; kebutuhan akan struktur, ketertiban, hukum, batas-batas, dan sebagainya.
Identifikasi Kebutuhan Sosial
Setelah terpuaskan kebutuhan akan rasa aman, maka kebutuhan sosial yang mencakup kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki, saling percaya, cinta, dan kasih sayang akan menjadi motivator penting bagi perilaku. Pada tingkat kebutuhan ini, dan belum pernah sebelumnya, orang akan sangat merasakan tiadanya sahabat, kekasih, isteri, suami, atau anak-anak. Ia haus akan relasi yang penuh arti dan penuh kasih dengan orang lain pada umumnya. Ia membutuhkan terutama tempat (peranan) di tengah kelompok atau lingkungannya, dan akan berusaha keras untuk mencapai dan mempertahankannya. Orang di posisi kebutuhan ini bahkan mungkin telah lupa bahwa tatkala masih memuaskan kebutuhan akan makanan, ia pernah meremehkan cinta sebagai hal yang tidak nyata, tidak perlu, dan tidak penting. Sekarang ia akan sangat merasakan perihnya rasa kesepian itu, pengucilan sosial, penolakan, tiadanya keramahan, dan keadaan yang tak menentu.
Identifikasi Kebutuhan akan Penghargaan
Menurut Maslow, semua orang dalam masyarakat (kecuali beberapa kasus yang patologis) mempunyai kebutuhan atau menginginkan penilaian terhadap dirinya yang mantap, mempunyai dasar yang kuat, dan biasanya bermutu tinggi, akan rasa hormat diri atau harga diri. Karenanya, Maslow membedakan kebutuhan ini menjadi kebutuhan akan penghargaan secara internal dan eksternal. Yang pertama (internal) mencakup kebutuhan akan harga diri, kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi, ketidaktergantungan, dan kebebasan (kemerdekaan). Yang kedua (eksternal) menyangkut penghargaan dari orang lain, prestise, pengakuan, penerimaan, ketenaran, martabat, perhatian, kedudukan, apresiasi atau nama baik. Orang yang memiliki cukup harga diri akan lebih percaya diri. Dengan demikian ia akan lebih berpotensi dan produktif. Sebaliknya harga diri yang kurang akan menyebabkan rasa rendah diri, rasa tidak berdaya, bahkan rasa putus asa serta perilaku yang neurotik. Kebebasan atau kemerdekaan pada tingkat kebutuhan ini adalah kebutuhan akan rasa ketidakterikatan oleh hal-hal yang menghambat perwujudan diri. Kebutuhan ini tidak bisa ditukar dengan sebungkus nasi goreng atau sejumlah uang karena kebutuhan akan hal-hal itu telah terpuaskan.
Identifikasi Kebutuhan Aktualisasi Diri
Menurut Maslow, setiap orang harus berkembang sepenuh kemampuannya. Kebutuhan manusia untuk bertumbuh, berkembang, dan menggunakan kemampuannya disebut Maslow sebagai aktualisasi diri. Maslow juga menyebut aktualisasi diri sebagai hasrat untuk makin menjadi diri sepenuh kemampuan sendiri, menjadi apa menurut kemampuan yang dimiliki. Kebutuhan akan aktualisasi diri ini biasanya muncul setelah kebutuhan akan cinta dan akan penghargaan terpuaskan secara memadai.
Kebutuhan akan aktualisasi diri ini merupakan aspek terpenting dalam teori motivasi Maslow. Dewasa ini bahkan sejumlah pemikir menjadikan kebutuhan ini sebagai titik tolak prioritas untuk membina manusia berkepribadian unggul. Karena kebutuhan aktualisasi diri belakangan ini serig digunakan untuk menjembatani antara kemampuan managerial secara ekonomis dan dengan kedalaman sprital. Manajer yang diharapkan adalah pemimpin yang handal tanpa melupakan sisi kerohanian. Dengan demikian perilaku organisme yang diharapkan bukanlah perilaku yang rakus dan terus-menerus mengejar pemuasan kebutuhan, melainkan perilaku yang lebih suka memahami daripada dipahami, memberi daripada menerima. Dalam makalah ini, gagasan aktualisasi diri akan mendapat sorotan lebih luas dan dalam sebelum masuk dalam pembahasan penerapan teori.
Ciri-ciri pribadi yang sehat menurut Abraham maslow:
Menerima realitas secara tepat
Menerima diri dan orang lain apa adanya
Bertidak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
Memiliki ruang untuk diri pribadi
Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
Mengarah pada nilai-nilai demokratis
Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh
Memiliki rasa humor yang tinggi
Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
Memiliki integritas diri yang total
Kepribadian Sehat menurut Eric Fromm
Teori eric fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat
Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencintai atau bagaimana meemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter , karna manusia adalah mahluk yang memiliki kesadaran pikiran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai , perhatian tanggung jawab integritas bisa di lukai mengalami kesedihan sehingga apabila dalam kaitanya manusia kurang dalam menanggapi hal yang di sebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa di katakan tidak sehat secara mental menurut Eric fromm
Kebutuhan dasar manusia menurut eric fromm
1)Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain
2)Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif
3) Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia
4) Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia
5) Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia
Hal kebutuhan tersebut adalah sifat alamiah dari manusia menurut fromm dan ini berubah saat evolusi namun manivestasi dari kebutuhan ini adalah akan memunculkan potensi-potensi batiniah di tentukan oleh aturan-aturan sosial di mana ia hidup dan kepribadian seseorang berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang di berikan kepadanya oleh masyarakat tertentu
Sehingga kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat.
Referensi Tugas 3
Schultz, Duane. Psikologi Pertumbuhan: Model – Model Kepribadian Sehat. Jogjakarta: Kanisius, 1991.
Lur Rochman, Kholil.(2010). Kesehatan Mental.Purwokerto: STAIN press.
Suryabarata, Sumadi.2007.Psikologi Kepribadian.Jakarta: Raja Grafindo
Schultz Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Kanisius.
Nurihsan, J. 2007.Teori Kepribadian.Bandung : T Remaja Rosdakarya
Nama : Fadil Wahyu Adhitama
Kelas : 2pa03
NPM : 15509192
KEPRIBADIAN SEHAT DITINJAU DARI PSIKOANALISA, BEHAVIORISTIK DAN HUMANISTIK
Dalam Psikologi terdapat berbagai macam aliran dan dengan teori yang berbeda-beda diantaranya Aliran Psikoanalisa, Aliran Behavioristik dan Aliran Humanistik dan ketiga aliran itu membahas tentan kesehatan mental pada manusia.
Aliran Psikoanalisa
Aliran Psikoanalisa di diprakarsai oleh Sigmund Freud menurut beliau perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian manusia yang disebutnya id, ego, superego.
ID
Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia, atau disebut juga pusat insting (hawa hafsu). Ada insting yang dominan yaitu Libido yaitu insting reproduktif untuk tujuan-tujuan konstruktif insting ini juga disebut juga insting kehidupan/eros misalnya dorongan seksual dll dan Thanatos yaitu insting destruktif dan agresif atau insting ini disebut juga insting kematian. Id adalah tabiat Hewani manusia yang bergerak bedasarkan kesenangan semata dan besifat egoistis walaupun Id dapat melahirkan keinginan tetapi ia tidak dapat memuaskan keinginannya.
EGO
Ego berfungsi menjembatani tuntutan-tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistic. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas.
SUPEREGO
Superego adalah “polisi kepribadian” yang mewakili dunia ideal. Superego adalah inti nurani (conscience) yang merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan cultural masyarakatnya.
Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (id), komponen psikologis (ego), dan komponen sosial (superego) dan kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis yaitu apabila ke tiga subsistem itu terbentuk secara baik tanpa ada salah satu sisi yang lebih dominan.
Aliran Behavioristik
aliran ini diprakasai oleh John.B.Watson yang dalam teori ini menyatakan bahwa subjek psikologi dibatasi oleh studi mengenai perilaku dan kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diobservasi dan menolak pendapat bahwa pikiran sebagai subjek psikologi. Behavioralisme lahir sebagai reaksi terhadap instropeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) behavioralisme ini hanya menganalisis perilaku yang nampak saja, yang dapat di ukur, dilukiskan dan diramalkan, secara psikologis, ini berarti bahwa seluruh perilaku manusia, kepribadian dan temperamen ditentukan oleh pengalaman indrawi.
Jadi kepribadian yang sehat menurut aliran ini adalah tergantung pada apa yang dialami dan di pelajari di masa lalunya,karena apapun yang terjadi dan di pelajari di masa lampau akan sangat berpengaruh pada aspek kesehatan mental di masa yang akan datang.
Aliran Humanistic
Aliran ini dianggap sebagai revolusi ketiga dalam psikologi dan aliran ini diprakasai oleh Abraham Maslow,Rogers dan Jung dalam aliran ini menyatakan bahwa ilmuwan perilaku harus belajar memahami manusia sebagai individu tetapi tetap sebagai makhluk umum dan universal. Dan aliran ini berfokus pada pengembangan dirinya serta humanisme yakin bahwa manusia dalam dirinya memiliki potensi untuk berkembang sehat dan kreatif, dan jika orang mau menerima tanggung jawab dalam hidupnya sendiri, dia akan menyadari potensinya, mengatasi pengaruh kuat dari pendidikan orang tua, sekolah, dan tekanan sosial lainnya, pada intinya pandangan psikologi humanism adalah setiap manusia hidup dalam dunia pengalaman yang bersifat pribadi dimana dia (sang aku, ku, atau diriku) menjadi pusatnya.
Kepribadian yang sehat menurut humanistic, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.
4) Jujur; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya .
Pendapat Allport Tentang Kesehatan Mental
1.Pendapat Allport dalam membahas manusia.
Menurut Allport individu lebih merupakan makhluk masa kini daripada makhluk masa lampau. Allport mengemukakan bahwa dengan memakai sebagai model mesin, hewan, anak-anak, tidak didapatkan dasar yang cukup kuat untuk menyusun teori yang bermanfaat mengenai tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia menimbulkan pesimis terhadap kemungkinan yang terdapat dalam metode dan teori psikologi untuk menerangi tingkah laku manusia itu. Sifat kompoleks yang ada pada manusia itu terlalu besar untuk dimengerti secara sempurna oleh metode dan konsepsi ahli psikologi.
2. Perkembangan proporium sebagai dasar perkembangan yang sehat.
1. Diri Jasmaniah
2. Identitas Diri
3. Harga Diri
4. Perluasan Diri
5. Gambaran Diri
6. Diri Sebagai Perilaku Rasional
7. Perjuangan Diri
Ketujuh hal inilah yang menjadi landasan dalam menyikapi proporium sebagai landasan dasar perkembangan yang sehat.
3. Ciri kepribadian yang matang menurut Allport.
1. Perluasan perasaan diri
Ketika pengalaman bertumbuh maka, dalam diri seseorang semakin luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang sangat tidak nyata. Orang yang dewasa dalam menentukan sikap, dia akan membuat perhatian-perhatian di luar diri. Menjadi seorang partisipan langsung dan penuh. Melakukan suatu aktivitas yang relevan dan penting bagi diri dan harus berharga. Dan hal itu dapt memperluas dirinya.
2. Hubungan diri yang hangat dengan orang lain
Allport membedakan dua macam hal yaitu :
– Kapasitas untuk keintiman.
Mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, teman akrab. Hasil dari kapasitas keintiman dalah suatu perluasan diri yang berkembang baik. Orang mengungkapkan partisipasi otentik dengan orang yang dicintainya dan memperhatikan kesejahteraannya. Cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
– Kapasitas untuk perasaan terharu
Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, ketakutan-ketakutan, kegagalan-kegagalan, atau keputusasaan yang merupakan ciri kehidupan manusia yang sudah tidak dapat dipungkiri lagi.
3.Keamanan emosional
Kepribadian yang matang atau dewasa mampu menerima emosi-emosi manusia atau teanan-tekanan dari lingkungan sekitar, mereka bukan terperangkap dari emosi-emosi mereka, dan mereka juga tidak bersembunyi dari emosi. Dapat mengendalikan emosi, sehingga emosi tidak mengganggu aktivitas-aktivitas antar pribadi.
4. Persepsi realistis
Orang yang matang memandang dunia mereka secara objektif. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya. Dalam artian tidak mengada-ngada dan tidak bertindak subjektif.
5. Keterampilan–keterampilan dan tugas–tugas
Kemenangan dalam melakukan pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tingkatan kemampuan. Menggunakan keterampilan itu secara ikhlas, antusias, melibatkan dan menempatkan diri sepenuhnya terhadap pekerjaan kita.dalam artian hal-hal yang seperti itulah yang mampu membuat suatu keberhasilan bagi diri kita.
6. Pemahaman diri
Orang yang memiliki suatu pemahaman diri yang tinggi tidak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain. Dia mampu mengaplikasikan keberadaan dirinya sesuai pada tempatnya.
7.Filsafat hidup yang mempersatukan
Allport menekankan bahwa nilai-nilai adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Individu dapat memilih yang berhubungan dengan dirinya sendiri atau mungkin nilai itu luas dan dimiliki oleh banyak orang. Penentuan nilai itu sendrilah yang dapat membuat perkembangan yang semakin terlihat jelas, apalagi dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi Tugas 2
Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Lur Rochman, Kholil.(2010). Kesehatan Mental.Purwokerto: STAIN press.
Schultz Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Kanisius.
Nurihsan, J. 2007.Teori Kepribadian.Bandung : T Remaja Rosdakarya
Nama : Fadil Wahyu Adhitama
Kelas : 2pa03
NPM : 15509192
Aliran Psikoanalisa
Aliran Psikoanalisa di diprakarsai oleh Sigmund Freud menurut beliau perilaku manusia merupakan hasil interaksi tiga subsistem dalam kepribadian manusia yang disebutnya id, ego, superego.
ID
Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia, atau disebut juga pusat insting (hawa hafsu). Ada insting yang dominan yaitu Libido yaitu insting reproduktif untuk tujuan-tujuan konstruktif insting ini juga disebut juga insting kehidupan/eros misalnya dorongan seksual dll dan Thanatos yaitu insting destruktif dan agresif atau insting ini disebut juga insting kematian. Id adalah tabiat Hewani manusia yang bergerak bedasarkan kesenangan semata dan besifat egoistis walaupun Id dapat melahirkan keinginan tetapi ia tidak dapat memuaskan keinginannya.
EGO
Ego berfungsi menjembatani tuntutan-tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistic. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas.
SUPEREGO
Superego adalah “polisi kepribadian” yang mewakili dunia ideal. Superego adalah inti nurani (conscience) yang merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan cultural masyarakatnya.
Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (id), komponen psikologis (ego), dan komponen sosial (superego) dan kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis yaitu apabila ke tiga subsistem itu terbentuk secara baik tanpa ada salah satu sisi yang lebih dominan.
Aliran Behavioristik
aliran ini diprakasai oleh John.B.Watson yang dalam teori ini menyatakan bahwa subjek psikologi dibatasi oleh studi mengenai perilaku dan kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diobservasi dan menolak pendapat bahwa pikiran sebagai subjek psikologi. Behavioralisme lahir sebagai reaksi terhadap instropeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) behavioralisme ini hanya menganalisis perilaku yang nampak saja, yang dapat di ukur, dilukiskan dan diramalkan, secara psikologis, ini berarti bahwa seluruh perilaku manusia, kepribadian dan temperamen ditentukan oleh pengalaman indrawi.
Jadi kepribadian yang sehat menurut aliran ini adalah tergantung pada apa yang dialami dan di pelajari di masa lalunya,karena apapun yang terjadi dan di pelajari di masa lampau akan sangat berpengaruh pada aspek kesehatan mental di masa yang akan datang.
Aliran Humanistic
Aliran ini dianggap sebagai revolusi ketiga dalam psikologi dan aliran ini diprakasai oleh Abraham Maslow,Rogers dan Jung dalam aliran ini menyatakan bahwa ilmuwan perilaku harus belajar memahami manusia sebagai individu tetapi tetap sebagai makhluk umum dan universal. Dan aliran ini berfokus pada pengembangan dirinya serta humanisme yakin bahwa manusia dalam dirinya memiliki potensi untuk berkembang sehat dan kreatif, dan jika orang mau menerima tanggung jawab dalam hidupnya sendiri, dia akan menyadari potensinya, mengatasi pengaruh kuat dari pendidikan orang tua, sekolah, dan tekanan sosial lainnya, pada intinya pandangan psikologi humanism adalah setiap manusia hidup dalam dunia pengalaman yang bersifat pribadi dimana dia (sang aku, ku, atau diriku) menjadi pusatnya.
Kepribadian yang sehat menurut humanistic, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:
1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.
4) Jujur; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya .
Pendapat Allport Tentang Kesehatan Mental
1.Pendapat Allport dalam membahas manusia.
Menurut Allport individu lebih merupakan makhluk masa kini daripada makhluk masa lampau. Allport mengemukakan bahwa dengan memakai sebagai model mesin, hewan, anak-anak, tidak didapatkan dasar yang cukup kuat untuk menyusun teori yang bermanfaat mengenai tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia menimbulkan pesimis terhadap kemungkinan yang terdapat dalam metode dan teori psikologi untuk menerangi tingkah laku manusia itu. Sifat kompoleks yang ada pada manusia itu terlalu besar untuk dimengerti secara sempurna oleh metode dan konsepsi ahli psikologi.
2. Perkembangan proporium sebagai dasar perkembangan yang sehat.
1. Diri Jasmaniah
2. Identitas Diri
3. Harga Diri
4. Perluasan Diri
5. Gambaran Diri
6. Diri Sebagai Perilaku Rasional
7. Perjuangan Diri
Ketujuh hal inilah yang menjadi landasan dalam menyikapi proporium sebagai landasan dasar perkembangan yang sehat.
3. Ciri kepribadian yang matang menurut Allport.
1. Perluasan perasaan diri
Ketika pengalaman bertumbuh maka, dalam diri seseorang semakin luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang sangat tidak nyata. Orang yang dewasa dalam menentukan sikap, dia akan membuat perhatian-perhatian di luar diri. Menjadi seorang partisipan langsung dan penuh. Melakukan suatu aktivitas yang relevan dan penting bagi diri dan harus berharga. Dan hal itu dapt memperluas dirinya.
2. Hubungan diri yang hangat dengan orang lain
Allport membedakan dua macam hal yaitu :
– Kapasitas untuk keintiman.
Mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, teman akrab. Hasil dari kapasitas keintiman dalah suatu perluasan diri yang berkembang baik. Orang mengungkapkan partisipasi otentik dengan orang yang dicintainya dan memperhatikan kesejahteraannya. Cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.
– Kapasitas untuk perasaan terharu
Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, ketakutan-ketakutan, kegagalan-kegagalan, atau keputusasaan yang merupakan ciri kehidupan manusia yang sudah tidak dapat dipungkiri lagi.
3.Keamanan emosional
Kepribadian yang matang atau dewasa mampu menerima emosi-emosi manusia atau teanan-tekanan dari lingkungan sekitar, mereka bukan terperangkap dari emosi-emosi mereka, dan mereka juga tidak bersembunyi dari emosi. Dapat mengendalikan emosi, sehingga emosi tidak mengganggu aktivitas-aktivitas antar pribadi.
4. Persepsi realistis
Orang yang matang memandang dunia mereka secara objektif. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya. Dalam artian tidak mengada-ngada dan tidak bertindak subjektif.
5. Keterampilan–keterampilan dan tugas–tugas
Kemenangan dalam melakukan pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tingkatan kemampuan. Menggunakan keterampilan itu secara ikhlas, antusias, melibatkan dan menempatkan diri sepenuhnya terhadap pekerjaan kita.dalam artian hal-hal yang seperti itulah yang mampu membuat suatu keberhasilan bagi diri kita.
6. Pemahaman diri
Orang yang memiliki suatu pemahaman diri yang tinggi tidak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain. Dia mampu mengaplikasikan keberadaan dirinya sesuai pada tempatnya.
7.Filsafat hidup yang mempersatukan
Allport menekankan bahwa nilai-nilai adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Individu dapat memilih yang berhubungan dengan dirinya sendiri atau mungkin nilai itu luas dan dimiliki oleh banyak orang. Penentuan nilai itu sendrilah yang dapat membuat perkembangan yang semakin terlihat jelas, apalagi dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi Tugas 2
Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Lur Rochman, Kholil.(2010). Kesehatan Mental.Purwokerto: STAIN press.
Schultz Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Yogyakarta: Kanisius.
Nurihsan, J. 2007.Teori Kepribadian.Bandung : T Remaja Rosdakarya
Nama : Fadil Wahyu Adhitama
Kelas : 2pa03
NPM : 15509192
Selasa, 01 Maret 2011
Schizophrenia Pada Remaja
Kata Pengantar
Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada tuhan yang maha esa Allah SWT atas berkat dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan tugas ini sebaik mungkin dan tidak lupa terimakasih kepada ibu dosen yang telah memberi pengarahan sehingga tugas saya ini dapat terselesaikan, apabila dalam tugas saya ini terdapat kesalahan harap dimaklumi karena saya masih pada tahap pembelajaran dan mohon masukan dan kritik yang membangun agar tugas saya diwaktu yang akan datang bisa lebih baik lagi, semoga tugas yang saya tulis mengenai “ Schizophrenia Pada Remaja ” dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya diri saya pribadi untuk masa yang akan datang.
Pendahuluan
Istilah schizophrenia berasal dari bahasa Yunani yaitu schizein dan phren. Schizen artinya untuk memecah, sedangkan phren artinya pikiran, sehingga schizophrenia adalah kekacauan otak yang diartikan abnormalitas dalam persepsi atau ekspresi dari kenyataan, istilah ini diciptakan oleh Eugen Bleuler (1857 – 1939) pada tahun 1908. Dan schizophrenia itu sendiri adalah merupakan suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab dan perjalanan penyakit yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik, dan sosial budaya. Dulu nama gangguan kejiwaan ini adalah Demetia Precox yang artinya kemunduran (dementia) pada remaja (precox), tetapi karena gejala ini lebih sering terjadi pada remaja atau orang dewasa muda serta gangguan ini juga bisa terjadi pada anak-anak dan orang tua sehingga namanya diganti menjadi schizophrenia, orang yang mengalami schizophrenia ternyata mengalami stress yang parah. Dan, hal itu mengendap sehingga memicu schizophrenia
Dasar teori
1) Teori Psikoanalitik
Teori psikoanalitik mengemukakan bahwa gejala skizofrenia mempunyai arti simbolik bagi pasien individual. Misalnya, fantasi tentang dunia akan berakhir mungkin menyatakan suatu perasaan bahwa dunia internal seseorang telah mengalami kerusakan. Perasaan kebesaran dapat mencerminkan narsisme yang direaktivasi dimana orang percaya bahw amereka adalah maha kuasa.
2) Teori Psikodinamik
Dasar dari teori dinamia adalah untuk mengerti dinamika pasien dan untuk mengerti makna simbolik dari gejala. Teori ini menganggap bahwa hipersensitivitas terhadap stimuli persepsi yang didasarkansecara kontitusional sebagai suatu defisit. Pendekatan psikodinamika berdasar bahwa gejala psikotik punya arti pada skizofrenia.
3) Teori Genetik
Gangguan gen menyebabkan skizofrenia atau minimal rentan thd skizofrenia. Abnormalitas struktur otak Pembesaran jantung mungkin mengindikasikan melemahnya fungsi beberapa area otak, memunculkan berkurangnya fungsi kognitif dan emosi. Penurunan volume dan kepadatan neuron di frontal & temporal cortex dan area limbic menyebabkan berkurangnya fungsi emosi dan kognitif. Komplikasi saat kelahiran Komplikasi saat lahir, terutama kurangnya oksigen saat lahir menyebabkan kerusakan otak. Terpapar virus saat di kandungan Infeksi virus saat di kandungan merusak otak (mis. Virus TORCH).
4) Teori Neurotransmiter
Ketidakseimbangan tingkat atau reseptor dopamine memunculkan gejala, serotonin, GABA, dan glutamat juga turut berperan.
5) Teori Kognitif
Gejala skizofrenia muncul dari respon individu terhadap pengalaman indrawi yang aneh.
Penyebab Schizophrenia
Pengaruh Genetik
Usia
Sosial
Obat
Psikologis
Tanda-tanda schizophrenia
a. Cara berpikirnya tidak teratur dan tidak logis yang tampak dalam cara bicara yang melantur dan gagasan-gagasan yang meloncat-loncat (fight of ideas).
b. Tidak mampu melihat kenyataan dengan benar dan timbulah waham (delusi) serta halusinasi. Yang dimaksud dengan waham adalah gagasan-gagasan yang diyakininya sendiri sebagai realitas, tetapi sesungguhnya jauh dari kenyataan, waham ini juga ada beberapa macam, antara lain:
Waham Kebesaran ialah bahwa si penderita merasa bahwa dirinya seorang nabi sehingga dirinya terus berkhotbah setiap harinya.
Waham Kejaran misalnya selalu ketakutan karena merasa dikejar-kejar PKI atau merasa semua orang ingin membunuh dia (si penderita).
c. Tidak mampu melakukan hubungan sosial, karena tingkah lakunya sudah tidak dengan kenyataan sehingga ia tidak bisa membeda-bedakan lagi mana orang tuanya, mana kawannya, mana gurunya, dan sebagainya. Denga demikian, reaksi-reaksinya terhadap orang-orang lain itu pun tidak pernah sesuai dengan yang seharusnya.
d. Tidak mampu mengendalikan gagasan, perasaan, dan tingkah lakunya sehingga bisa aja ia tertawa sambil menangis, memarahi semua orang yang lewat, atau menari ditengah jalan.
Yang perlu diperhatikan sekarang adalah bagaimana caranya membedakan antara remaja yang schizophrenia dari kenakalan remaja lainnya, sebab tingkah laku seorang schizophren sepintas lalu bisa mirip dengan kenakalan remaja biasa. Untuk itu ada tiga pedoman:
1. Cirri-ciri yang menetap dan muncul dalam segala situasi menunjukan indikasi schizophrenia, misalnya marah atau mengamuk pada situasi yang seharusnya tidak bisa menimbulkan kemarahan, atau depresi dan perasaan ketakutan yang berlansung terus-menerus walaupun situasi di sekitarnya tidak menimbulkan perasaan seperti itu. Kalau remaja itu marah dan melarikan mobil ayahnya karena baru kena marah ayahnya itu adalah kenakalan remaja biasa.
2. Remaja yang schizophrenia tidak menunjukan perkembangan jiwa yang biasanya terdapat pada remaja lainnya, seperti keinginan untuk mandiri, sikap yang oposisional, keinginan untuk berkawan dan hasrta seksual, dan sebagainya.
3. Tingkah laku yang tidak wajar sangat menonjol pada remaja penderita schizophren.
Gejala-gejala schizophrenia, menurut Bleurer, gejala skizofrenia dibagi dua, yaitu :
a. Gejala primer
1) Gangguan proses pikir (bentuk, langkah, dan isi pikir)
2) Gangguan afek dan emosi
3) Gangguan memori
4) Gejala psiomotor / gejala katatonik gangguan perbuatan
b. Gejala sekunder
1) Waham
2) Halusinasi
4. Tipe-tipe Skizofrenia
Dalam PPDGJ III skizofrenia terbagi menjadi :
a. Skizofrenia Paranoid
b. Skizofrenia Hebefrenik
c. Skizofrenia Katatonik
d. Skizofrenia tak terinci
e. Defrresi pasca skizofrenia
f. Skizofrenia Residual
g. Skizofrenia Simplek
h. Skizofrenia lainnya
i. Skizofrenia tak tergolongkan
Kasus
Dari tipe-tipe schizophrenia salah satu tipe yang terjadi pada kisaran usia remaja ialah Skizofrenia Hebefrenik, seperti contoh kasus yang di bawah:
Boy adalah seorang remaja yang berusia 17 tahun ia menderita schizophrenia, boy sering tiba-tiba tertawa kemudian langsung menangis dan mudah tersinggung dan sering disertai dengan merasa kesendirian dan kemarahan, terkadang boy menganggap dirinya adalah jendral sehingga ia sering menggunakan pangkat-pangkatnya dari tutup botol, boy menderita schizophrenia di akibatkan oleh struktur otak Pembesaran jantung dan melamahnya fungsi otak.
TRITMEN UNTUK SKIZOFRENIA
Pasien skizofrenia memerlukan tritmen yang komprehensif, artinya memberikan tritmen medis untuk menghilangkan gejala, terapi (psikologis) untuk membantu mereka beradaptasi dengan konsekuensi/akibat dari gangguan tsb, dan layanan sosial untuk membantu mereka dapat kembali hidup di masyarakat dan menjamin mereka dapat memperoleh akses untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berikut beberapa tritmen yang biasanya diberikan kepada pasien skizofrenia.
TRITMEN KETERANGAN
Tritmen biologis: terapi obat Pemberian obat2an anti psikotik, minyak ikan.
Tritmen sosial dan psikologis - intervensi perilaku, kognitif, dan sosial (melatih ketrampilan berbicara, ketrampilan mengelola diri sendiri, ketrampilan mengelola gejala, terapi kelompok, melatih ketrampilan kerja, dll).
- terapi keluarga (melatih keluarga bagaimana menghadapi perilaku anggotanya yang menderita skizofrenia agar tidak kambuh).
- program tritmen komunitas asertif (menyediakan layanan komprehensif bagi pasien skizofrenia dg dokter ahli, pekerja sosial, & psikolog yang dapat mereka akses setiap saat-terutama bagi yang tidak memiliki keluarga).
Tritmen lintas budaya Penyembuhan tradisional (dengan doa-doa, upacara adat, jamu, dll) sesuai budaya setempat.
Kesimpulan
Jadi Schizophrenia bisa terjadi pada semua usia baik anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa sekalipun, pada pembahasan diatas ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya schizophrenia antara lain pengaruh genetik, usia, sosial, obat dan psikologis, menurut Eugen Bleuler schizophrenia adalah kekacauan otak yang diartikan abnormalitas dalam persepsi atau ekspresi dari kenyataan dan gejala-gejala schizophrenia dibagi menjadi dua yaitu gejala primer dan gejala sekunder, dan dalam schizophrenia sering terjadi waham (delusi) serta halusinasi. Yang dimaksud dengan waham adalah gagasan-gagasan yang diyakininya sendiri sebagai realitas tetapi jauh dari kenyataan.
Daftar Pustaka
Sarwono, Sarlito W (1989). Psikologi Remaja.Edisi Revisi.Jakarta: Rajawali Pers.
Goliszek, Dr. Andrew/Dr. Andrew Goliszek; pengalih bahasa, Dominicus Rusdin-Jakarta; Bhuana Ilmu Populer, 2005.
Al-Mighwar, M.Ag, Muhammad. 2006. Psikologi Remaja.Bandung: Pustaka Setia.
Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada tuhan yang maha esa Allah SWT atas berkat dan rahmatnya saya dapat menyelesaikan tugas ini sebaik mungkin dan tidak lupa terimakasih kepada ibu dosen yang telah memberi pengarahan sehingga tugas saya ini dapat terselesaikan, apabila dalam tugas saya ini terdapat kesalahan harap dimaklumi karena saya masih pada tahap pembelajaran dan mohon masukan dan kritik yang membangun agar tugas saya diwaktu yang akan datang bisa lebih baik lagi, semoga tugas yang saya tulis mengenai “ Schizophrenia Pada Remaja ” dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya diri saya pribadi untuk masa yang akan datang.
Pendahuluan
Istilah schizophrenia berasal dari bahasa Yunani yaitu schizein dan phren. Schizen artinya untuk memecah, sedangkan phren artinya pikiran, sehingga schizophrenia adalah kekacauan otak yang diartikan abnormalitas dalam persepsi atau ekspresi dari kenyataan, istilah ini diciptakan oleh Eugen Bleuler (1857 – 1939) pada tahun 1908. Dan schizophrenia itu sendiri adalah merupakan suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab dan perjalanan penyakit yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik, dan sosial budaya. Dulu nama gangguan kejiwaan ini adalah Demetia Precox yang artinya kemunduran (dementia) pada remaja (precox), tetapi karena gejala ini lebih sering terjadi pada remaja atau orang dewasa muda serta gangguan ini juga bisa terjadi pada anak-anak dan orang tua sehingga namanya diganti menjadi schizophrenia, orang yang mengalami schizophrenia ternyata mengalami stress yang parah. Dan, hal itu mengendap sehingga memicu schizophrenia
Dasar teori
1) Teori Psikoanalitik
Teori psikoanalitik mengemukakan bahwa gejala skizofrenia mempunyai arti simbolik bagi pasien individual. Misalnya, fantasi tentang dunia akan berakhir mungkin menyatakan suatu perasaan bahwa dunia internal seseorang telah mengalami kerusakan. Perasaan kebesaran dapat mencerminkan narsisme yang direaktivasi dimana orang percaya bahw amereka adalah maha kuasa.
2) Teori Psikodinamik
Dasar dari teori dinamia adalah untuk mengerti dinamika pasien dan untuk mengerti makna simbolik dari gejala. Teori ini menganggap bahwa hipersensitivitas terhadap stimuli persepsi yang didasarkansecara kontitusional sebagai suatu defisit. Pendekatan psikodinamika berdasar bahwa gejala psikotik punya arti pada skizofrenia.
3) Teori Genetik
Gangguan gen menyebabkan skizofrenia atau minimal rentan thd skizofrenia. Abnormalitas struktur otak Pembesaran jantung mungkin mengindikasikan melemahnya fungsi beberapa area otak, memunculkan berkurangnya fungsi kognitif dan emosi. Penurunan volume dan kepadatan neuron di frontal & temporal cortex dan area limbic menyebabkan berkurangnya fungsi emosi dan kognitif. Komplikasi saat kelahiran Komplikasi saat lahir, terutama kurangnya oksigen saat lahir menyebabkan kerusakan otak. Terpapar virus saat di kandungan Infeksi virus saat di kandungan merusak otak (mis. Virus TORCH).
4) Teori Neurotransmiter
Ketidakseimbangan tingkat atau reseptor dopamine memunculkan gejala, serotonin, GABA, dan glutamat juga turut berperan.
5) Teori Kognitif
Gejala skizofrenia muncul dari respon individu terhadap pengalaman indrawi yang aneh.
Penyebab Schizophrenia
Pengaruh Genetik
Usia
Sosial
Obat
Psikologis
Tanda-tanda schizophrenia
a. Cara berpikirnya tidak teratur dan tidak logis yang tampak dalam cara bicara yang melantur dan gagasan-gagasan yang meloncat-loncat (fight of ideas).
b. Tidak mampu melihat kenyataan dengan benar dan timbulah waham (delusi) serta halusinasi. Yang dimaksud dengan waham adalah gagasan-gagasan yang diyakininya sendiri sebagai realitas, tetapi sesungguhnya jauh dari kenyataan, waham ini juga ada beberapa macam, antara lain:
Waham Kebesaran ialah bahwa si penderita merasa bahwa dirinya seorang nabi sehingga dirinya terus berkhotbah setiap harinya.
Waham Kejaran misalnya selalu ketakutan karena merasa dikejar-kejar PKI atau merasa semua orang ingin membunuh dia (si penderita).
c. Tidak mampu melakukan hubungan sosial, karena tingkah lakunya sudah tidak dengan kenyataan sehingga ia tidak bisa membeda-bedakan lagi mana orang tuanya, mana kawannya, mana gurunya, dan sebagainya. Denga demikian, reaksi-reaksinya terhadap orang-orang lain itu pun tidak pernah sesuai dengan yang seharusnya.
d. Tidak mampu mengendalikan gagasan, perasaan, dan tingkah lakunya sehingga bisa aja ia tertawa sambil menangis, memarahi semua orang yang lewat, atau menari ditengah jalan.
Yang perlu diperhatikan sekarang adalah bagaimana caranya membedakan antara remaja yang schizophrenia dari kenakalan remaja lainnya, sebab tingkah laku seorang schizophren sepintas lalu bisa mirip dengan kenakalan remaja biasa. Untuk itu ada tiga pedoman:
1. Cirri-ciri yang menetap dan muncul dalam segala situasi menunjukan indikasi schizophrenia, misalnya marah atau mengamuk pada situasi yang seharusnya tidak bisa menimbulkan kemarahan, atau depresi dan perasaan ketakutan yang berlansung terus-menerus walaupun situasi di sekitarnya tidak menimbulkan perasaan seperti itu. Kalau remaja itu marah dan melarikan mobil ayahnya karena baru kena marah ayahnya itu adalah kenakalan remaja biasa.
2. Remaja yang schizophrenia tidak menunjukan perkembangan jiwa yang biasanya terdapat pada remaja lainnya, seperti keinginan untuk mandiri, sikap yang oposisional, keinginan untuk berkawan dan hasrta seksual, dan sebagainya.
3. Tingkah laku yang tidak wajar sangat menonjol pada remaja penderita schizophren.
Gejala-gejala schizophrenia, menurut Bleurer, gejala skizofrenia dibagi dua, yaitu :
a. Gejala primer
1) Gangguan proses pikir (bentuk, langkah, dan isi pikir)
2) Gangguan afek dan emosi
3) Gangguan memori
4) Gejala psiomotor / gejala katatonik gangguan perbuatan
b. Gejala sekunder
1) Waham
2) Halusinasi
4. Tipe-tipe Skizofrenia
Dalam PPDGJ III skizofrenia terbagi menjadi :
a. Skizofrenia Paranoid
b. Skizofrenia Hebefrenik
c. Skizofrenia Katatonik
d. Skizofrenia tak terinci
e. Defrresi pasca skizofrenia
f. Skizofrenia Residual
g. Skizofrenia Simplek
h. Skizofrenia lainnya
i. Skizofrenia tak tergolongkan
Kasus
Dari tipe-tipe schizophrenia salah satu tipe yang terjadi pada kisaran usia remaja ialah Skizofrenia Hebefrenik, seperti contoh kasus yang di bawah:
Boy adalah seorang remaja yang berusia 17 tahun ia menderita schizophrenia, boy sering tiba-tiba tertawa kemudian langsung menangis dan mudah tersinggung dan sering disertai dengan merasa kesendirian dan kemarahan, terkadang boy menganggap dirinya adalah jendral sehingga ia sering menggunakan pangkat-pangkatnya dari tutup botol, boy menderita schizophrenia di akibatkan oleh struktur otak Pembesaran jantung dan melamahnya fungsi otak.
TRITMEN UNTUK SKIZOFRENIA
Pasien skizofrenia memerlukan tritmen yang komprehensif, artinya memberikan tritmen medis untuk menghilangkan gejala, terapi (psikologis) untuk membantu mereka beradaptasi dengan konsekuensi/akibat dari gangguan tsb, dan layanan sosial untuk membantu mereka dapat kembali hidup di masyarakat dan menjamin mereka dapat memperoleh akses untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berikut beberapa tritmen yang biasanya diberikan kepada pasien skizofrenia.
TRITMEN KETERANGAN
Tritmen biologis: terapi obat Pemberian obat2an anti psikotik, minyak ikan.
Tritmen sosial dan psikologis - intervensi perilaku, kognitif, dan sosial (melatih ketrampilan berbicara, ketrampilan mengelola diri sendiri, ketrampilan mengelola gejala, terapi kelompok, melatih ketrampilan kerja, dll).
- terapi keluarga (melatih keluarga bagaimana menghadapi perilaku anggotanya yang menderita skizofrenia agar tidak kambuh).
- program tritmen komunitas asertif (menyediakan layanan komprehensif bagi pasien skizofrenia dg dokter ahli, pekerja sosial, & psikolog yang dapat mereka akses setiap saat-terutama bagi yang tidak memiliki keluarga).
Tritmen lintas budaya Penyembuhan tradisional (dengan doa-doa, upacara adat, jamu, dll) sesuai budaya setempat.
Kesimpulan
Jadi Schizophrenia bisa terjadi pada semua usia baik anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa sekalipun, pada pembahasan diatas ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya schizophrenia antara lain pengaruh genetik, usia, sosial, obat dan psikologis, menurut Eugen Bleuler schizophrenia adalah kekacauan otak yang diartikan abnormalitas dalam persepsi atau ekspresi dari kenyataan dan gejala-gejala schizophrenia dibagi menjadi dua yaitu gejala primer dan gejala sekunder, dan dalam schizophrenia sering terjadi waham (delusi) serta halusinasi. Yang dimaksud dengan waham adalah gagasan-gagasan yang diyakininya sendiri sebagai realitas tetapi jauh dari kenyataan.
Daftar Pustaka
Sarwono, Sarlito W (1989). Psikologi Remaja.Edisi Revisi.Jakarta: Rajawali Pers.
Goliszek, Dr. Andrew/Dr. Andrew Goliszek; pengalih bahasa, Dominicus Rusdin-Jakarta; Bhuana Ilmu Populer, 2005.
Al-Mighwar, M.Ag, Muhammad. 2006. Psikologi Remaja.Bandung: Pustaka Setia.
Rabu, 23 Februari 2011
Malam teman seperjuangan
Malam sangat sunyi
sempat telintas pikiran tentang kawan
yang mengisi hidup kita dengan kebersamaan
berjuang bersama dalam kehidupan
menentang dunia yang penuh dengan cobaan
meraup mimpi dengan kegigihan
tapi semua itu adalah kebersamaan dalam perjuangan meraih cita-cita
yang belum tentu selamanya bersama
kawan dengarkanku,,,
aku sahabatmu, aku temanmu,,,
jangan pernah pantang menyerah melawan rintangan
jangan pernah takut dengan kenyataan
hadapi semua dengan kegembiraan
karena kita teman seperjuangan.....
sempat telintas pikiran tentang kawan
yang mengisi hidup kita dengan kebersamaan
berjuang bersama dalam kehidupan
menentang dunia yang penuh dengan cobaan
meraup mimpi dengan kegigihan
tapi semua itu adalah kebersamaan dalam perjuangan meraih cita-cita
yang belum tentu selamanya bersama
kawan dengarkanku,,,
aku sahabatmu, aku temanmu,,,
jangan pernah pantang menyerah melawan rintangan
jangan pernah takut dengan kenyataan
hadapi semua dengan kegembiraan
karena kita teman seperjuangan.....
Selasa, 22 Februari 2011
Renungkan Sejenak
Apakah kalian pernah berpikir? terkadang apa yang kita inginkan tidak tercapai dengan sempurna seperti apa yag kita ingin kan? mungkin kita sering merasa sangat kecewa tapi kalian harus ingat mungkin yang di berikan sang maha kuasa itu yang terbaik buat kita saat ini dan kita jangan pernah bersedih dan berkecil hati walaupun emang terkadang emang rasanya pahit.
tapi tetap bersyukurlah dalam hati kita, motivasi diri kita, katankan dalam hati kita " mungkin saat ini kita belum menjadi yang terbaik, tapi suatu saat nanti kita bahkan akan menjadi yang terbaik "
walaupun di dalam diri kita, kita masih sering berpikir tentang hal yang tak berguna dan buang waktu, tapi itu wajar karena kita manusia yang punya pikiran tapi disamping itu kalian pikirkan apa yang mungkin berguna untuk kita, bermanfaat untuk kita...
karena dengan kita berpikir begitu kedewasaan akan timbul dengan sendirinya walaupun lambat tapi pasti, berpikirlah jauh ke depan agar kita menjadi manusia yang menjadi kebanggan semua orang, khususnya Orang Tua kita yang telah memberi doa di sepanjang perjalanan hidup kita...
tapi tetap bersyukurlah dalam hati kita, motivasi diri kita, katankan dalam hati kita " mungkin saat ini kita belum menjadi yang terbaik, tapi suatu saat nanti kita bahkan akan menjadi yang terbaik "
walaupun di dalam diri kita, kita masih sering berpikir tentang hal yang tak berguna dan buang waktu, tapi itu wajar karena kita manusia yang punya pikiran tapi disamping itu kalian pikirkan apa yang mungkin berguna untuk kita, bermanfaat untuk kita...
karena dengan kita berpikir begitu kedewasaan akan timbul dengan sendirinya walaupun lambat tapi pasti, berpikirlah jauh ke depan agar kita menjadi manusia yang menjadi kebanggan semua orang, khususnya Orang Tua kita yang telah memberi doa di sepanjang perjalanan hidup kita...
Langganan:
Postingan (Atom)